Followers

Powered by Blogger.
RSS

Tips Membedakan Tas Kulit Asli dengan Imitasi

Sekarang ini banyak sekali tas-tas atau berbagai kerajinan kulit yang berbahan utama dari kulit sintetis (imitasi). Selain karena harganya yang murah, bahan polysintetis (vinyl) juga mempunyai karakteristik surface (permukaan) yang unik. Tidak cuma tentang masalah warna, tetapi juga bentuk permukaan yang bisa dibuat menyerupai kulit. Sehingga tidak aneh apabila banyak orang yang terkecoh dengan keberadaan bahan polysintetis ini.

Bagi kalangan menengah ke atas, lebih menyukai jenis yang asli, karena hal itu menjadi gambaran atas diri mereka dihadapan orang lain, membuat lebih percaya diri dalam berpenampilan. Berikut terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membedakan antara kulit asli dengan sintetis (imitasi):

  1. Rabalah bagian permukaannya. Apabila terasa sangat halus, kemungkinan besar bahan tersebut adalah vinyl. Karena kulit asli biasanya agak terasa kasar dengan keberadaan pori" tempat tumbuhnya bulu. Yang paling halus adalah kulit domba. Tapi saya rasa masih akan terasa kasar apabila diraba permukaannya.
  2. Cium aromanya. Tas kulit sintetis akan berbau obat kimia polimer. Sedangkan kulit asli akan berbau seperti bahan penyamaknya. Apabila menggunakan bahan penyamak krom, maka baunya akan seperti bahan Chrom. Begitupun dengan kulit samak nabati, baunya akan terasa seperti bahan penyamaknya tersebut tergantung bahan nabati yang dipakai.
  3. Tekuk permukaannya sebanyak dua kali. Tekuk secara horisontal, lalu tekukan tadi ditekuk lagi secara vertikal. Atau bisa juga dengan arah vertikal lalu horisontal. Kemudian buka tekukan tadi dan perhatikan. Apakah terdapat garis yang sangat jelas sebagai bekas lekukan tadi apa tidak. Kulit asli biasanya tidak meninggalkan bekas, jika ada hanya sedikit (samar-samar). Dan itu biasanya terjadi pada kulit nabati. Untuk samak krom, daya kembalinya lebih besar. Nah, jika berupa kulit sintetis umumnya akan meninggalkan bekas yang sangat kentara, kecuali kulit-kulit sintetis yang telah dimodifikasi seperti kulit asli.
  4. Cara terakhir dan yang paling ekstrim adalah dibakar pada bagian permukaannya. Kulit asli akan terbakar dan menjadi abu. Sedangkan kulit sintetis akan menggumpal seperti plastik yang terbakar.
Demikianlah beberapa tips yang bisa saya sampaikan kepada pembaca mengenai cara membedakan kulit asli dengan kulit imitasi. Semoga bermanfaat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 comments:

mas jangkrik said...

apik

Post a Comment